Inilah Sosok Pemuda Peraih MURI, Pengusaha Batik Asal Trusmi

0
1028

ibnu riyantoIBNU Riyanto, pemuda asal Trusmi Plered Kabupaten Cirebon, mulai usaha batik pada tahun 2006, sejak ia berusia 17 tahun, dengan memproduksi batik sendiri dan menjualnya secara langsung ke toko-toko batik.

Setelah memiliki modal yang cukup, Ibnu, memberanikan diri untuk membuka ritel batik. Di awali membuka toko batik dengan ukuran kecil 4×4 meter yang dibuka di ruang tamu rumahnya, diubah menjadi toko batik tanpa memperkerjakan karyawan sehingga harus ditangani sendiri.

Toko batik milik Ibnu terus mengalami perkembangan yang berarti tiap tahunnya. Kemudian tahun 2010 pada usia 22 tahun, Ibnu memberanikan diri membuka Pusat Grosir yang diberi nama “Batik Trusmi” dengan misi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dengan tetap menjaga budaya Indonesia.

Saat ini, Batik Trusmi sudah membuka cabang di Kota Surabaya, Jakarta dan Medan. Rencananya akan membangun cabang di Singapura, selain membuka cabang di sejumlah kota seperti Bandung, Makasar, Balikpapan, Solo dan Yogyakarta.

Di perayaan hari jadi yang kedua inilah Ibnu Riyanto (24 tahun) pendiri sekaligus pemilik Pusat Grosir Batik Trusmi memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengusaha termuda dengan toko batik terluas.

Piagam MURI diserahkan oleh Manajer MURI, Sri Widayati, usai kegiatan Jalan Santai “Mlaku Bareng Kacamataan Ireng” yang merupakan puncak acara peringatan hari jadi Pusat Grosir Batik Trusmi kedua, di halaman Pusat Grosir Batik Trusmi Jalan Trusmi Kulon No. 148, Plered Kabupaten Cirebon, Minggu (24/3).

Penyerahan piagam MURI kepada Ibnu Riyanto disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Bupati Cirebon, H. Ason Sukasa.

Manajer MURI Sri Widayati mengatakan toko milik Ibnu Riyanto dengan nama Pusat Grosir Batik Trusmi berdasarkan akta pendiriannya 11 Maret 2011 lalu, dijalankan Ibnu Riyanto ketika usianya 22 tahun 5 bulan 10 hari. “Prestasi yang diraih Ibnu Riyanto tergolong memukau karena memecahkan rekor entrepreneur termuda pemilik toko batik terluas,” katanya. (Whaliq/CNC)