Kepala Dinkop dan UMKM Ajak Karang Taruna Berkoperasi

0
1759

koperasiKEDAWUNG.- Dari 721 koperasi yang ada di Kab. Cirebon, hampir setengahnya kondisinya pasif dan banyak juga koperasi yang tidak melaksanakan rapat anggota tahunan sebagai ruh dari koprasi itu sendiri. Untuk itu pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Cirebon, terus melakukan upaya-upaya pendekatan terhadap koprasi yang pasif dan mati suri ini.

“Secara keseluruhan jumlah koperasi yang ada di Kab. Cirebon itu mencapai 721 koprasi, dari 721 ini banyak yang tidak aktif, ini disebabkan beberapa faktor salah satunya adalah koprasi tidak melaksanakan rapat tahunan anggota,” ujar Abraham Mohammad, saat ditemui di sela-sela kegiatan peningkatan pemahaman koprasi dikalangan generasi muda dan pelajar, yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kedawung, Selasa (20/9).

Dikatakan Abraham, setelah dilakukan pembinaan yang dilakukan pihaknya, sekarang kondisi koperasi yang aktif sudah mencapai 50 persen dari totol koperasi yang ada di kab. Cirebon ini.

“Salah satu koperasi yang mati suri itu ada di industri-industri rotan. Disaat industri rotan sedang bagus, banyak perusahaan mendirikan koprasi, namun saat industri rotan ini hancur, maka koperasinya ikut hancur, dan ini terpengaruh oleh situasi dan kondisi, koperasi yang baik harusnya tetap bertahan walaupun menghadapi kondisi yang sulit,” katanya.

Abraham juga mengatakan, pelatihan tentang pemahaman perkoprasian di kalangan generasi muda dan pelajar ini salah satu upaya yang dilakukan pihaknya untuk meningkatkan minat generasi muda kepada koprasi sehingga koprasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia bisa kembali mencapai kejayaannya.

“Generasi muda harus bisa menjadi kader atau penggiat koprasi dengan mendirikan koperasi-koperasi dimana mereka (generasi muda.red) berada baik di komunitasnya maupun dilingkungannya,” katanya.

Selain memberikan pelatihan, dikatakan Abraham, pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan secara teori saja, namun pihaknya juga siap untuk mendampingi generasi muda yang mau terjun ke koprasi sehingga koprasi yang didirikan bisa menjadi koprasi yang mandiri.

“Kalau bicara target, kami sih minta sebanyak-banyaknya generasi muda ini membuat koprasi melalui komunitas-kominitas UMKM, kalau sudah terbentuk komunitas UMKM ini, kami bisa membantu untuk pembentukan payung hukum koprasinya,” tambahnya,.

Sementara itu Ketua karang taruna Kab. Cirebon, Raji Supriyadi menyambut positif langkah yang dilakukan Dinas Koprasi dan UMKM Kab. Cirebon, dengan mengadakan pelatihan tentang koprasi ini kepada anggota karang taruna yang ada di tingkat desa dan kecamatan. Dirinya berharap, pengurus karang taruna mampu mendirikan koprasi sebagai langkah awal untuk mensejahtrakan anggotanya. (Adk/CNC)