Dua Kader Karang Taruna Ini Sukses Bangun Koperasi

0
1073
Eka Wildanu dan Duan Muwardi

KOPERASI bisa menempa ekonomi rakyat yang lemah agar menjadi kuat. Koperasi juga dapat merasionalkan perekonomian, yakni dengan mempersingkat jalan produksi ke konsumsi. Bagi dua tokoh muda Karang Taruna, Eka Wildanu (33) dan Duan Muwardi (33), Bung Hatta menjadi inspirasinya, dimana menempatkan koperasi sebagai senjata persekutuan si lemah untuk mempertahankan hidupnya.

Maklum, keduanya masing-masing telah sukses mendirikan koperasi. Eka mendirikan Koperasi yang diberi nama Koperasi Harapan Keluarga Sejahtera (KHKS) tahun 2015 di Greged. Setahun kemudian Duan mendirikan Koperasi Sinergi Kampung Domba (Sikado) di Dukupuntang tepatnya di Desa Sindangjawa.

Menurut keduanya, koperasi punya persamaan dengan sistem sosial asli bangsa Indonesia, yakni kolektivisme. Masyarakat gotong-royong Indonesia gemar tolong-menolong. Sementara koperasi juga menganut prinsip tolong-menolong itu.

Tujuan koperasi bagi keduanya yang tercatat sebagai Pengurus Karang Taruna Kab. Cirebon periode 2016-2021 dan juga sebagai Pendamping PKH ini bukanlah melulu menggali keuntungan, melainkan lebih memenuhi kebutuhan bersama. Keduanya menjadikan solidaritas (semangat setia bersekutu) dan individualitas (kesadaran akan harga diri sendiri alias sadar diri) sebagai tiang koperasi.

Dua sifat ini yang melandasi bangunan koperasi keduanya. Bila koperasi tak dilandai semangat solidaritas, maka anggota tak akan menemukan kepentingan bersama. Bagi mereka berdua, keuntungan menjadi anggota koperasi adalah mencapai keperluan hidup, yakni barang kebutuhan, dengan harga semurah-murahnya.

Eka yang memulai membangun koperasi lebih dahulu, di penghujung pertengahan 2015, tetapnya tanggal 22 Mei, bersama Raden Basit, Toton Sultoni dan Emawati saat ini telah memiliki tidak kurang dari 1000 anggota.

Menurut Eka, koperasinya menyediakan kebutuhan sembako serta perlengkapan dan seragam sekolah.

“Kami akan melakukan pengembangan usaha seperti produksi seragam sendiri, penjualan pupuk, lumbung padi atau beras dan deliver order sembako,” tutur Eka yang menamatkan S2-nya di UNTAG Cirebon tersebut saat ditemui digerai koperasinya yang berada di Jalan RA Kartini No.2 Dusun Cikaramat RT 01 RW 01 Desa Nanggela Kecamatan Greged.

Karena dianggap pionir, koperasi yang diinisiasi pria lanjang ini sering menjadi lokasi studi banding dari berbagai instansi bahkan datang dari sejumlah daerah di luar Kabupaten Cirebon.

Sementara di tempat lain, Duan Muwardi mendirikan koperasi tepat pada tanggal 5 Oktober 2016 , yang ia dirikan bersama Pengurus Karang Taruna “Tunas Harapan” Desa Sindangjawa dan Pendamping PKH (Program Keluarga Harapan).

“Jumlah anggota hingga saat ini 477 orang,” terang suami dari Ulfatul Mahabbah saat ditemui di kantor koperasinya di Jalan Pangeran Panjunan Rt. 04 Rw.03 Sindangjawa Dukupuntang Cirebon, Rabu (8/3/2017)

Produk dan usaha jasa yang dikembangkan Koperasi Sikado jelas Duan, di antaranya unit usaha warung koperasi, unit usaha PPOB dan unit simpan pinjam.

Guna memperkuat koperasi, ayah dari Zidi Djati Samudra (4 tahun) dan Zhena Saniyala Syahida (1 tahun) ini akan mengintensifkan pendidikan koperasi bagi setiap calon dan anggota, memperkuat SDM pengelola setiap unit, membangun jejaring dengan berbagai pihak, pengembangan unit warung menjadi minimarket yang bersistem dan mengakomodir produk anggota dan kebutuhannya, memfungsikan unit simpan pinjam sebagai unit yang sifatnya membantu permodalan anggota dan tidak menjadikan unit tersebut tumpuan dalam koperasi, dan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat yang dapat melahirkan lembaga pendidikan, kesehatan dan sosial.

Kedua tokoh kader Karang Taruna ini telah membuktikan dengan membangun koperasi. Keduanya meyakini koperasi dapat mendidik semangat percaya pada kekuatan sendiri (self help). Semangat self help ini dibutuhkan untuk mengungkit kesejahteraan masyarakat lemah. Setidaknya keduanya telah menghadirkan harapan. Selamat untuk Mas Eka dan Mas Duan.***